Salah satu cara yang ditempuh
organisasi untuk menjadi ‘High
achievement organization’ adalah menerapkan pola manajemen SDM yang
berorientasi pada Manajemen Kompetensi
(Competency Management). Pengelolaan lebih difokuskan pada peningkatan fungsi, aktivitas, dan peran pengembangan
terhadap karyawan, sehingga tidak
lagi dinilai dari perspektif yang terbatas saja seperti : kinerja serta kepatuhan pada standar dan prosedur operasionalnya saja.
Oleh
karena itu, dibutuhkan metode dan teknik penilaian komprehensif untuk
identifikasi dan memperoleh klasifikasi yang lebih tepat terhadap SDM
sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan : tugas,
manajemen, dan perusahaan secara terintegrasi.
Dalam
mengelola manusia sebagai sumber daya organisasi terpenting, dibutuhkan
teknik yang lebih unik dan spesifik. Meskipun pada prinsipnya saat
seseorang berada dalam institusi kerja ia harus menampilkan struktur
perilaku formal (berpikir, menghayati, dan bertindak), namun tidak bisa
dipungkiri bahwa faktor pribadi akan memberikan warna perilaku yang
lebih dinamis. Warna inilah yang kemudian menyulitkan terbentuknya
tindakan dan perilaku yang seragam sebagaimana tuntutan formal yang
diberlakukan.